Seberapa salahkah diriku
Hingga kau sakiti aku begitu menusukku
Inikah caramu membalas
Aku yang selalu ada saat kau terluka
Seberapa hinanya diriku
Hingga kau ludahi semua yang ku beri untukmu
Tak ada satu pun perasaan yang mampu membuatku begitu terluka
Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu
Telah ku coba segala cara
‘Tuk bahagiakan kamu
Merebut hatimu
Namun tak semudah yang ku bayangkan
Bila kau tak inginkan ku ’tuk di sisimu
Tak pernah kurasakan sebelumnya
Menginginkan dirinya hingga ku tak kuasa
Meyakini hatiku bahwa ku mampu berlalu
Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu
Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu
mosok lali.... berkata,
20/05/2010 @ 2:28 am
hayooooooooooo gae sopo san?…
zahrotustsani berkata,
28/05/2010 @ 3:28 am
makasih en|…ya…bwt se2org la?… msak bwt u?…BeCaNdA.hehehe
en…JaNgAn BoZaN2 y?….
izza berkata,
27/05/2010 @ 2:31 am
selamat,, datang,, pa kabar,, zaq izza aq sekolah di man tambak beras,,
salam,.,kenal,,,,
kwkwkwkwkwkw
zahrotustsani berkata,
28/05/2010 @ 3:27 am
selamat datang juga…qw tau izza belakang tempat du2k qw kn?…
mkasih da mw menjelajahi blog qw?…hehehe
fitri berkata,
30/05/2010 @ 2:58 pm
Ciri khas Ungu, melankolis liriknya. Bikin sedih aja klo denger.
zahrotustsani berkata,
04/06/2010 @ 2:46 am
@fitri…ya setuju.